Bangga sekali, Band Tanah Air Yang Bersinar di Negeri Orang!
Band Dalam Negeri yang Bersinar di Negeri Orang
1. The Tielman Brothers

Tielman Brothers lahir dari empat laki-laki bersaudara yang berdarah Kupang-Madiun. Mereka adalah Andy, Reggy, Ponthon, dan Loulou Tielman. Tielman Brothers lebih dikenal di Eropa setelah hijrah ke Eropa pada 1957. Sayangnya, nama mereka kurang dikenal di negeri asalnya sendiri karena rekam jejak mereka enggak terdokumentasi dengan baik. Padahal, Andy Tielman merupakan gitaris yang pandai beratraksi, kayak mainin gitar di belakang leher atau menggunakan lidah atau kaki. Prestasi terbesar mereka, lagu hit “Rock Little Baby of Mine” diakui pemerintah sebagai lagu rock ‘n roll pertama di Belanda.
2. Dara Puspita
Band asli Nusantara pertama yang seluruh anggotanya perempuan adalah Dara Puspita. Umur band ini hanya sekitar tujuh tahun lamanya, tapi kemampuan mereka udah diakui, khususnya di negara-negara Eropa. Saat peristiwa G30S/PKI pecah di Indonesia, Dara Puspita pergi dari tanah air biar enggak senasib kayak Koes Bersaudara (mentor mereka di Jakarta) yang udah duluan dijeblosin ke penjara. Dari 1965, Titiek Hamzah, Lies, Titiek A.R., dan Suzy mulai mengasah karier mereka di negara orang. Panggung pertama mereka di luar negeri adalah Bangkok lalu mereka keliling negara-negara Eropa (Jerman Barat, Turki, Hungaria, Inggris, Perancis, dan lain-lain). Mereka juga sempat merekam dua buah lagu ketika berada di Inggris.
3. The Peels
Mungkin nama band yang satu ini asing banget di telinga kita, tapi The Peels adalah band Indonesia asli yang eksis pada 1960-an. The Peels pertama kali “nancapin kuku” di Singapura dan Malaysia sekitar 1967. Aksi panggung dan lagu-lagu yang mereka nyanyiin disukai banyak masyarakat di Singapura, bikin mereka dapat kesempatan untuk merekam album di negeri tetangga itu.
4. Slank

Band jebolan Gang Potlot tersukses, siapa lagi kalau bukan Slank. Enggak cuma kota kecil atau pun besar di Indonesia yang udah mereka sambangi puluhan kali, Slank juga mengharumkan nama Indonesia ke penjuru dunia. Mereka pernah jadi wakil Indonesia untuk MTV Asia Aid di Thailand 2004. Setahun setelahnya, Slank main di Gwangju, Korea Selatan, dalam acara Echo of Music Concert. Pada 2006, mereka bertandang ke Jepang dalam acara Charity for Sumatra. Pada tahun yang sama, mereka juga merilis album Since ‘83 di Malaysia. Mereka juga pernah bertandang ke Amerika untuk kembali menjadi band “baru” bagi masyarakat dunia.
5. Discus
Buat lo yang suka musik rok progresif, pasti pernah dengar nama Discus. Band yang lahir era 1990-an ini enggak begitu punya nama besar di negerinya sendiri. Mungkin karena pada era itu, genre musik ini lagi redup, ya. Padahal, nama Discus dielu-elukan di benua Amerika. Discus sempat tur ke beberapa kota besar di Amerika, kayak di San Fransisco, New York, dan North Carolina. Sekitar 2000-an awal, mereka juga tur ke Meksiko, Swiss, dan Jerman. Album Discus juga dirilis sama sebuah label progresif di Italia, Mellow Records.
7. Shaggy Dog

Ngomongin band ska/reggae Indonesia yang punya jam terbang tinggi, pasti nama Shaggydog bakal kesebut. Besar dari Kampung Sayidan, Yogyakarta, dengan semangat tinggi, Shaggydog berhasil menarik minat massa di luar Indonesia. Salah satu prestasi mereka yang membanggakan adalah lagu “Second Girl” diminta oleh label Jepang untuk masuk album kompilasi Asian Ska Foundation. Enggak cuma label Jepang yang naksir, label Eropa, tepatnya dari Ceko, juga masukin lagu ini ke album kompilasi Banana Hits. Shaggydog juga pernah tur 14 kota di Belanda sekaligus ngerasain rekaman live di studio Wissellord, Belanda. Pada 2010, selain ke Belanda, mereka juga berangkat tur ke Negeri Kangguru, Australia.
7. Burgerkill

Band metalcore asal Bandung ini udah berdiri dari 1995. Namim, nama mereka baru besar saat dapat kontrak sama label besar Indonesia, Sony Music Entertainment Indonesia. Sebelumnya, Burgerkill udah ngerilis satu album split dengan Infireal (Malaysia) dan Watch It Fall (Perancis) di bawah label indie Malaysia. Enggak cuma itu, pada 2009—2010, Burgerkill tur ke Malaysia, Singapura, dan Australia. Empat tahun lalu, mereka juga dinobatin sebagai pemenang “Metal as F*ck” di ajang Golden Gods 2013, Metal Hammer, Inggris. Pada 2015, mereka main di festival Wacken Open Air di Jerman dan Bloodstock Open Air di Inggris.
8. Nidji
Sebagai salah satu band pop yang memiliki fanbase besar di Indonesia, Nidji juga berjasa mengharumkan nama Indonesia. Lirik lagu dalam album Breakthru’ telah direkam ulang menggunakan bahasa Inggris untuk menggaet masyarakat yang lebih luas. Mereka sempat mengeluarkan klip video lagu “Liberty Victory” yang direkam di Old Trafford, Manchester, kandang klub Manchester United. Mereka juga mempromosikan album hingga ke Malaysia dan Singapura.
***
Ternyata, dari zaman Indonesia baru merdeka udah banyak orang yang berusaha ngenalin nama Indonesia ke dunia. Sayangnya, apresiasi di dalam negeri belum besar sehingga nama-nama band zaman dulu malah lebih dikenal di negara lain. Untungnya, semangat mengharumkan nama Indonesia enggak pernah padam buat para musisi. Sampai sekarang pun, terbukti makin banyak band yang terus mengolah kreativitas mereka demi masuk ke pasar global dan tentunya ngebawa terus nama Indonesia ke mana pun mereka manggung.
terima kasih, semoga bermanfaat...
SELAMAT/SUKSES
Komentar
Posting Komentar